“Uang bukan segalanya
Tapi segalanya butuh uang”

Sama sekali nggak salah kalo kita butuh uang, yang salah adalah kalo kita mengaitkan segalanya dengan uang. Uang bisa jadi sumber masalah, bisa bikin orang bahagia atau bisa juga bikin orang masuk penjara. Uang bisa bikin rusak persaudaraan, berselisih paham dengan sahabat, memporak-porandakan dunia. Uang jadi masalah kalo kita ga bisa ngaturnya dengan baik, saya kemaren abis baca buku karyanya @ahmadgozali yang judulnya habiskan saja gajimu, yang isinya tips dan trik ngatur uang.

Banyak orang di dunia ini yang cinta sama uang, apapun dilakukan demi uang, namanya juga cinta. Tapi tunggu dulu, apa bener kayak gitu cara kerja cinta? Yang saya tau cinta itu menenangkan, bukan menyengsarakan, apa masih banyak orang yang salah mengartikan cinta? Menurutmu? Coba perhatikan penggalan lirik dari lagu dibawah ini karya Passenger :

“Only know you love her when you let her go”

Masih banyak orang yang bilang cinta, tapi sangat susah melepaskan apa yang dicintainya. Masih banyak orang yang membuktikan cinta dengan mengorbankan segalanya, harga diri, harkat dan martabat. Apa itu disebut menenangkan?

Banyak yang bilang, uang yang gampang masuk gampang juga keluarnya, begitu juga sebaliknya. Kalo kita bekerja keras dengan jerih payah sendiri, kita akan lebih menghargai uang yang kita dapat, dan juga susah buat mengeluarkannya, karena kita sudah merasa berkorban untuk mendapatkannya, setuju?

Nggak munafik kita bekerja tujuannya hanya uang. Apa yang terjadi jika kita kerja hanya karena ingin menambah angka di rekening kita? Segalanya akan kita sangkutkan ke uang, akan tertanam dipikiran kita, uang adalah segalanya. Sebelum membeli makan atau barang kita berpikir terlalu lama, memikirkan harganya, atau terkadang kita lebih memilih barang yang lebih murah tapi kualitasnya abal-abal, makanya barang KaWe di indonesia laris manis.

Dan sayangnya dalam bersedekah juga kita terlalu lama berpikir, atau bahkan ada yang menunda sampai bulan depan kalo ada rejeki berlebih.

Uang itu diciptkan sebagai alat pembayaran, sungguh menyiksa kalo uang kita tahan-tahan terus, sungguh tidak menenangkan hati dan pikiran, takut akan kehilangan uang yang kita miliki. Percayalah sama saya yang pegawai bank ini, menyimpan uang justru malah bikin kamu rugi, pintar-pintarlah mengatur uang.

Apa sudah benar kita dalam mencintai uang? Setuju kalo cinta itu ketika kita ikhlas untuk melepasnya untuk yang lebih baik? Setujukah kita kalo kita melepaskan uang kita untuk sesuatu yang lebih baik? Berbagi, memberi kepada yang benar benar membutuhkan?