TIADA (UNTUK ADI AMIR ZAINUN)

Saat kematian datang
Aku berbaring dalam mobil ambulan
Dengar, pembicaraan tentang pemakaman
Dan takdirku menjelang
Sirene berlarian bersahut-sahutan
Tegang, membuka jalan menuju tuhan
Akhirnya aku usai juga

Saat berkunjung ke rumah
Menengok ke kamar ke ruang tengah
Hangat, menghirup bau masakan kesukaan
Dan tahlilan dimulai

Doa bertaburan terkadang tangis terdengar
Akupun ikut tersedu sedan
Akhirnya aku usai juga
Oh, kini aku lengkap sudah

Dan kematian, keniscayaan
Di persimpangan, atau kerongkongan
Tiba tiba datang, atau dinantikan
Dan kematian, kesempurnaan
Dan kematian, hanya perpindahan
Dan kematian, awal kekekalan

Karena kematian untuk kehidupan
tanpa kematian
ADA (UNTUK ANGAN SENJA, RINTIK RINDU DAN SEMUA HARAPAN DI MASA DEPAN)

Lalu pecah tangis bayi
Seperti kata wiji
Disebar biji biji
Disemai menjadi api

Selamat datang di samudra
Ombak ombak menerpa
Rekah rekah dan berkahlah
Dalam dirinya, terhimpun
alam raya semesta
Dalam jiwanya, berkumpul
hangat surga neraka

Hingga kan datang pertanyaan
Segala apa yang dirasakan
Tentang kebahagiaan
Air mata bercucuran

Hingga kan datang ketakutan
Menjaga keterusterangan
Dalam lapar dan kenyang
Dalam gelap dan benderang

Tentang akal dan hati
Rahasia yang penuh teka teki
Tentang nalar dan iman
Segala pertanyaan
tak kunjung terpecahkan
Dan tentang kebenaran
Juga kejujuran
Tak kan mati kekeringan
Esok kan bermekaran