“Cinta ini….kadang-kadang tak ada logika~~~”

Siapa sih yang nggak tau lagu itu? Biasanya dinyanyiin kalo sedang jatuh cinta, jatuh cinta yang tidak biasa terutama. Cinta memang sangat susah dibuat logikanya, bahkan tidak mungkin kali ya. Kalau bisa mungkin di Fakultas MIPA bakal ada jurusan cinta yang mempelajari logika cinta atau algoritma cinta, halah.

Saya sendiri pernah mencoba untuk melogikan cinta, membuat cinta itu menjadi sebuah aplikasi. Saya saat itu sadar, masalah terbesar manusia terutama kaum muda adalah cinta, saya diajarkan memecahkan masalah menggunakan sebuah program aplikasi karena saya programmer tentunya. Dan dari segi bisnis pun menggiurkan karena ini merupakan masalah yang besar. Saya pernah mengutarakan ide ini didepan khalayak, biasa kita sebut denga pitching. Antusias teman-teman luar biasa, saat itu saya berpikir ini akan jadi aplikasi yang “nendang”.

Setiap ketemu teman-teman selalu ditanyain “kapan rilis aplikasinya?” dan selalu saya jawab “masih dalam pengembangan”. Entah sampai kapan dalam pengembangan, karena makin lama saya sadar bahwa sangat susah membuat sebuah perasaan dilogikakan menjadi sebuah aplikasi. Aplikasi yang saya buat ini rencananya akan full by system, sedikit mungkin melibatkan unsur manusia. Tapi saya menyerah, bahkan inti aplikasi tersebut memang harus ada unsur manusianya, manusia yang memiliki perasaan. Saya pun menyerah untuk melanjutkan pengembangan aplikasi tersebut.

Cinta, sebuah perasaan yang dalam, yang merupakan salah satu alasan saya masih percaya akan adanya Tuhan.