Cinta Tuhan dan Manusia

Posted on

“Kalau kamu bisa mencintai seseorang sampai tergila gila dan ga berhenti memikirkannya, kenapa tidak dengan Tuhan?”

Agaknya saya pernah mendengar kata-kata seperti itu, sindiran untuk para pujangga yang sedang dimabuk cinta. Sebenernya saya kurang setuju dengan hal itu. Cinta dengan Tuhan lebih baik jangan disamakan dengan kisah cinta antar sesama manusia.

Untuk mencintai seseorang kita disibukkan dengan mengenal orang itu, kepo sampai lupa diri. Kita lupa untuk mengenal diri kita sendiri seperti apa, pantaskah kita untuk dia? Yang kita pikirkan justru bagaimana kita menjadikan diri kita agar bisa dicintainya.

Sungguh jangan disamakan dengan Tuhan Yang Maha Agung. Kita hanyalah ciptaanNya, yang kadang merasa lemah atau bahkan hina, tapi Dia selalu hadir, meski kadang kita lupa

Lagu Cinta

Posted on

“Lucunya, banyak yang suka lagu cinta, terdengar dimana mana, menghiasi tanah air kita, tapi masih terjadi ribut disana sini, menghujat berapi-api, alasan yang tak ku mengerti, apa kabar negeri yang indah? penuh senyum yang ramah, apakah semua berubah? oh Tuhan aku dimana?”

Itulah penggalan kirik lagu milik Edane yang berjudul Tell Me Why. Siapa sih yang nggak suka lagu cinta? kebanyakan bikin galau memang, sampai ERK punya lagu yang judulnya Cinta Melulu. Ngomongin soal galau, pernah saya tulis kalau galau itu sungguh manusiawi, dan ngomongin soal lagu galau, saya lebih suka lagu galau pada jaman saya baru pertama kali ngerasain galau karena cinta,cieeeee

Alkisah, mungkin saat pertama kali jatuh cinta dulu itu waktu saya kelas 4 sd, waktu itu saya ikut pramuka, namanya siaga, kalo grup cowo namanya barung biru, cewe itu barung merah. Nah ada salah satu gadis manis dari barung merah ini yang membuat jantung saya berdebar keras, bertemu setiap sore sepulang sekolah saat latian pramuka. Namun waktu itu hanya sebatas jatuh cinta, belum ada pengorbanan dan nggak bikin galau, yang ada hanya tingkah laku saya yang selalu mencoba caper didepannya.

Yang pertama bikin galau itu pacar pertama saya, sebut saja namanya indah. Kenal dari sd sebenernya tapi beda kelas, baru tertarik saat kelas 1 SMP sekitar 14 tahun lalu, karena kita sekelas. Disitu saya mulai belajar untuk berjuang, dari tanya-tanya ke temen-temennya sampai mencoba ngajak ngobrol sepulang sekolah. Dimulailah timbul perasaan yang aneh waktu itu, perasaan yang agaknya mengacaukan pikiran, mulai menghayati alunan lagu dari putaran pita kaset. Kaset demi kaset bergantian masuk radio tape yang saya beli sendiri hasil dari uang sumbangan sewaktu saya di sunat. Lagu-lagu yang menambah kuat perasaan ini, gembira bercampur gelisah. Lagu lagu yang entah kenapa menjadi sangat indah mengiringi perasaan waktu itu. Lagu-lagu yang menjadi playlist malam ini saat saya menulis artikel ini.

Dewa – Lagu Cinta

Dewa- Roman Picisan

Element – Cinta Sejati

Element -Maaf Dari Surga

Element – Rahasia Hati

Stinky – Mungkinkah

Stinky – Jangan Tutup Dirimu

Stinky – Cinta Suci

Jikustik – Maaf

Jikustik – Setia

Dr. PM – Pernah Mencoba

Tic – Terbaik Untukmu

BIP – Seribu Puisi

Base Jam – Bukan Pujangga

Sheila on 7 – Anugerah Terindah Yang Pernah Kumiliki

Sheila on 7 – Dan

 

Sekarang, saya hanya tersenyum mengenang masa-masa yang indah itu

Tentang Cinta

Posted on

Alkisah, setelah bel tanda berakhirnya jam kerja dibunyikan, biasanya saya tidak langsung pulang, ada sebuah warung kecil di depan gedung yang biasa saya dan rekan-rekan saya sambangi. Saya bersama rekan-rekan, sebut saja gilang, beni dan nanda, sambil membakar tembakau biasanya diselingi dengan cerita-cerita, dari kerjaan sampai masalah wanita,haha

Kebetulan nanda sebentar lagi mau melepas masa lajangnya, dia bercerita bagaimana dia ketemu sama yang dia yakini sebagai jodohnya, nanda ini sebenernya sering ngomong kotor tapi dibalik itu dia sebenernya bisa dikatakan bijaksana lah, ada kata-katanya yang saya suka waktu itu

“Lu bakalan tau ada perasaan ketika bertemu jodoh lu, disini (sambil nunjuk dada) cuma bisa bilang ‘ini jodoh gue’ tapi ngga tau kenapa itu ngga bisa dijelaskan, pokoknya tau aja, susah dideskripsikan lah”

Lalu kita handshake bro nanda ini, sebagai tanda salut.

Tak lama kemudian ada yang datang, sebut saja opung, beliau sudah cukup senior lah dikantor tapi masih suka bergaul dengan yang muda-muda, walau hanya sekedar sebagai teman merokok atau bercerita. Rugi rasanya kalo ngga mendengar cerita dari yang sudah berpengalaman, opung ini sudah lama menikah dan sudah berhasil menghasilkan 4 buah hati. Kita akhirnya minta opung untuk bercerita, dari dia ketemu istrinya dulu.

Sangat panjang ceritanya, penuh dengan pelajaran hidup, tapi opung sendiri bilang ceritanya mirip kaya di sinetron. Beliau bercerita dari bagaimana akhirnya dia memilih istrinya sekarang yang pada saat itu dia berpacaran dengan 2 orang wanita, permsalah rumah tangga, mertua sampai anak-anaknya, sungguh pelajaran hidup yang menarik. Tapi dari semua ceritanya yang paling lekat dipikiran adalah ceritanya yang terakhir.

“Kalo saya ditanya sekarang apakah saya masih cinta sama istri saya, saya bilang saya sudah nggak cinta”

Reaksi kamipun sejenak kaget, tapi dia melanjutkan

“Yang saya rasakan adalah kasih sayang, lebih diatas cinta, saya selalu melindungi keluarga saya, apapun saya lakukan buat mereka”

Akhirnya kita terpukau dan langsung menjabat tangannya, handshake istilah kita sebagai tanda penghargaan. Ada benarnya juga, yang dia rasakan bukan lagi cinta, tapi lebih dari itu, sebut saja kasih sayang, sama seperti perasaan ke keluarga kita kalau kita belum menikah, ke saudara kandung kita. Apa iya kita chatting sayang-sayangan sama mereka, tapi dihati kita sama-sama tau, kita lebih dari sayang ke mereka. Ada perasaan yang lebih tinggi dari cinta, tapi untuk mencapai itu kita memang harus melalui tangga cinta yang penuh dengan drama dan prahara.

Balada Netflix di Indonesia

Posted on


screenshot-www facebook com 2016-01-27 13-56-37
Saya setuju dengan argumen teman saya ini, senior lebih tepatnya, gak salah kalo dia pernah diliput beberapa stasiun tv berkaitan dengan petisi yang dia buat untuk bpjs dulu. Saya bangga.

Telkom mulai hari ini memblokir layanan netflix, dimana alasannya adalah netflix belum mengikuti regulasi yang ada di indonesia. Netflix harus berbadan hukum sendiri atau bekerjasama dengan operator lokal, dalam hal ini telkom mengisyaratkan agar netflix bekerjasama dengan mereka. Memang benar dan itu sudah diatur oleh undang-undang no 11 Tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik, makanya facebook, twitter sampai google pun membuka kantor di indonesia agar layanannya tetap dapat diakses.

Selain itu telkom juga beralasan bahwa ada konten pornografi dalam layanan netflix, dan netflix tidak diproses oleh lembaga sensor film indonesia. Tapi agak ribet jika harus melalui proses sensor terlebih dahulu, karena ada sangat banyak layanan yang diberikan netflix, menambah-nambah pekerjaan menurut saya, lagian netflix memang ada fitur parental control seperti kata teman saya itu.

Apakah telkom merasa tersaingi? saya rasa terlalu dini untuk mengatakan itu, untuk mendaftar netflix kita harus mempunyai kartu kredit. Berapa orang sih yang punya kartu kredit di indonesia? lumayan banyak memang, tapi dari jumlah itu, berapa orang sih yang mau berlangganan netflix? Saya rasa netflix belum bisa jadi saingan telkom yang sudah jadi raja dari sabang sampai merauke.

Tapi, kehadiran netflix sbenarnya memang baik di indonesia, paling tidak bisa mengurangi masyarakat indonesia buat donwload film secara ilegal. Apalagi promonya kita diberikan 1 bulan gratisan, tapi saya sedih karena sudah tidak bisa mengakses lagi, karena internet di kostan pake telkom. Mau tidak mau netflix harus ikut aturan di indonesia kalo tetep pengen eksis, seperti kata pepatah dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung.

 

Main Game

Posted on

Pernah main game? pasti pernah dong, saya kalo main game biasanya sampe lupa waktu, pengennya cepet diselesein dari level ke level sampai lever terakhir. Kalau sudah selesai akhirnya bosan juga, cari game yang lain yang lebih menantang. Makin banyak main game, makin jago juga, semua game bisa diatasi, sampai akhirnya bosan dan tak ada gairah, nggak ada lagi tantangan.

Mungkin sama saja dengan hidup, kita terus diuji dengan masalah, dari level ke level tak akan ada habisnya, masalahnya hampir sama hanya waktu dan situasinya berbeda. Makin lama waktu berjalan, makin banyak masalah yang kita hadapi kadang kita merasa menjadi kuat, setiap ada masalah kita hadapi dengan gampang, mudah saja karena kita udah pengalaman. Lama-kelamaan gairah kita pun menurun, butuh tantangan.

Sampai akhirnya kita sadar untuk “turun kelas” menjalani permasalahan yang sama lagi, namun dengan pemahaman yang berbeda, dengan kebijaksanaan yang sejati dimana terdapat bahagia yang hakiki.

Amarah dimana-mana, terbakar bara

Mengakar dalam jiwa, tak tau kemana arahnya

Tersesat dalam duka, mencari bahagia

Yang didapat hanya hampa, mengikis tipis jiwa

 

Terdiam diselimuti gulita

Deranya menolak pergi

Meraba diantara duka

Lumpuhkan segala imaji

 

Cahaya rembulan

Datang jika berkenan

Kadang tertutup awan

Melapangkan kegelapan

 

Cahaya mentari

Sering dihindari

Padahal banyak nutrisi

Tak lelah menghidupi

Karena Cinta Bersemayam Dalam Jiwa

Mosi Tidak Percaya

Posted on

Itu judul dari salah satu lagunya ERK, mengkritik yang berkuasa di negeri ini. Baru-baru ini saya nggak sengaja baca berita terkait dengan korupsi pengadaan 3 unit Quay Container Crane (QCC) yang disangkakan pada mantan dirut Pelindo II, RJ Lino.

Adalah seorang @kurawa yang dengan niat melakuakan investigasi sampai ke negeri tiongkok sana demi membuktikan pembohongan yang dilakukan oleh aparat hukum negara ini. Cerita dia bisa dibaca di linimasanya atau disini.

KPK sendiri mempunyai saksi ahli seorang staf pengajar Teknik Kelautan ITB, Rildova. Beritanya bisa dibaca disini

Menurut @kurawa, KPK hanya mentersangkakan RJ Lino hanya karena berdasarkan kesaksian dari Rildova yang menurut pernyataannya dia belum pernah menangani kasus Crane dan belum bisa dibilang “Ahli” dalam bidang ini. Jadi saksi ahli yang tidak ahli.

Apa benar ada pembohongan dari KPK? Apa iya begitu mudahnya “memesan” kasus di negeri ini? Hanya demi kepentingan politik saja, apa saja dimainkan. Saya tinggal di negeri ini, yang saya pengen cuma negeri ini bisa makmur dan mulia, tapi kalo penguasanya ga bisa ngatur? Ah sudahlah……….

ini masalah kuasa, alibimu berharga
kalau kami tak percaya, lantas kau mau apa?

kamu tak berubah, selalu mencari celah
lalu smakin parah, tak ada jalan tengah

jelas kalau kami marah, sebab dipercaya susah
pantas kalau kami resah, sebab argumenmu payah

Mosi Tidak Percaya – Efek Rumah Kaca

Iron Man Dari Indonesia part 2

Posted on

Waktu itu saya sempat ngepost tentang Iron Man Dari Indonesia, disitu saya tuliskan kalau sebenernya saya masih penasaran, saya terkagum JIKA itu benar, jadi saya sebenernya masih merasa janggal dengan apa yang terjadi. Mau sok menganalisis tapi saya sadar bidang saya bukan di robotik atau neurologi. Kalo masalah pemrograman baru deh saya bisa ngomong banyak >:)

Jadi baru-baru ini ada bantahan dari seorang dokter dan

Terkadang kita, sangat suka menduga-duga

Berbekal sedikit fakta, kita menyebar berita

Menularkan yang belum tentu benar adanya

Berlagak layaknya hakim ketua

 

Ingatlah kawan,

Ada baiknya membuka pikiran

Dugaan bukan sebuah kepastian

Pembenaran belum tentu bisa jadi kebenaran

Dugaan dan Pembenaran

Motivasi Jadi Manusia

Posted on

Menurut Elmer Wheeler yang katanya merupakan America’s #1 Salesman and also one of the pioneers of persuasion, manusia mempunyai 5 motivasi psikologi dalam hidupnya, antara lain:

Importance (kepentingan), siapa yang nggak pengen jadi orang penting? manusia cenderung ingin lebih unggul dari manusia lain, agar tidak dipandang sebelah mata.

Appreciation (penghargaan), manusia senang sekali kalo dapet hadiah, atau sebuah penghargaan, contohnya sempet heboh pamer hasil game duel otak karena itu merupakan penghargaan baginya, menjadi lebih pintar daripada yang lain. Kadang manusia juga bisa meninggalkan segala yang dicintainya hanya untuk sekedar ‘dihargai’

Approval (Penerimaan), siapa sih yang pengen dikucilkan dari pergaulan, karena ketakutan itu manusia pun berusaha dengan keras agar dapat diterima. Kadang sampai lewat batas kemampuannya, hidup di dunia yang gemerlap

Ease (Kemudahan), alasan teknologi maju pesat karena menusia memang menginginkan kemudahan, sudah jelas teknologi memudahkan manusia, hasil kemajuan peradaban manusia.

Success (Keberhasilan), job fair tak pernah sepi dikunjungi, lowongan PNS selalu dinanti, bisanis disana sini, apalagi kalau bukan kesuksesan yang dicari.

 

Semua itu terkait satu sama lain, ya seperti itulah manusia, bisa dimaklumi, andai saja mereka bisa lebih bijak untuk mengakui dan menjalaninya